Beli Mobil Mahal, Ternyata Tetap Cari Irit dan Servis Murah

Beli Mobil Mahal, Ternyata Tetap Cari Irit dan Servis MurahBeli Mobil Mahal, Ternyata Tetap Cari Irit dan Servis Murah

Mobil dengan harga di atas Rp 200 juta biasanya menjadi pilihan mereka yang tidak terlalu lagi memusingkan uang bahan bakar dan servis.

Citra seperti ini cukup kuat di masyarakat, tetapi sebenarnya tidak sepenuhnya demikian. Hal ini setidaknya menjadi pandangan yang diutarakan pihak Honda Prospect Motor (HPM).

“Salah satu hal yang paling berat buat konsumen untuk sekarang sebenarnya adalah running cost. Running cost artinya bensin, perawatan. Bukan waktu beli. Kalau waktu beli, sudah banyak program (promo cicilan, diskon),” kata Marketing and After Sales Service Director PT HPM Jonfis Fandy.

Karena itu pula sejak beberapa tahun lalu, Honda mulai terjun ke segmen low. Langkah tersebut ditandai dengan lahirnya Brio dan Mobilio.

“Di Honda kami punya teknologi irit bahan bakar yang sangat menonjol. Kami arahnya ke sana. Kenapa ada yang punya auto-parking, atau voice command, tetapi Honda tidak punya. Fokus kami adalah bagaimana caranya bisa mendeliver running cost yang rendah setelah membeli mobilnya,” ujarnya.

Honda sendiri memasarkan mobil-mobil dengan mesin di kisaran 1.000 cc. Bahkan CRV muncul dengan mesin 1.500 cc, tetapi diimbangi dengan pemasangan turbo.

“Kenapa orang beli mobil diesel, dia pikir solar murah, subsidi, ternyata kan enggak bisa (pakai solar subsidi). Memang konsumen medium tidak begitu sensitif (dengan aspek hemat bahan bakar), tetapi dari waktu ke waktu sih mereka akan merasakan bagaimana running cost ini akan mempengaruhi keputusan membeli mereka,” kata dia.

SUMBERĀ  : otosia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *