Honda Indonesia Bukan Pasar Moncer Mobil Sedan

Honda Indonesia Bukan Pasar Moncer Mobil Sedan Honda Indonesia Bukan Pasar Moncer Mobil Sedan

Jonfis Fandy selaku Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia bukanlah pasar mobil sedan. Meski demikian, dia mengakui turunnya pajak mobil mungkin berpeluang memperbesar pasarnya.

“Pada dasarnya Indonesia bukan pasar sedan. Untuk mengubah ke market sedan butuh waktu… Peluang sih ada, kalau dulu orang suka bilang Indonesia suka banjir, jalannya berlubang. Saya enggak melihat seperti itu sekarang itu yang mesti dikoreksi, itu hanya menakut-nakuti saja,” kata Jonfis beberapa waktu lalu di Jakarta.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan tengah mengkaji ulang soal pemangkasan tarif pajak mobil sedan yang kini masih digolongkan sebagai barang mewah. Pajaknya yang cukup tinggi membuat pasar sedan lesu meski sebenarnya fitur di kendaraan tersebut dikatakan sudah tidak relevan lagi disebut mewah.

Honda sendiri berharap tidak ada perbedaan mobil komersial penumpang dengan sedan. Namun, pihaknya masih belum bisa menentukan langkah di pasar sedan karena belum mengetahui berapa persen penurunan pajak mobil tersebut.

“Beda pajak 10-20 persen kan lumayan. Kita belum memutuskan karena belum tahu turunnya berapa persen. Setelah kita tahu mungkin nanti kita bisa lihat target konsumennya siapa, apakah mereka mau membeli sedan dengan harga murah,” imbuhnya.

Namun Jonfis mengaku belum bisa memprediksi secara pasti dampak pemangkasan pajak tersebut pada produk sedan. Jika benar turun dan pasarnya ingin diperbesar, masyarakat harus mendapatkan sosialisasi yang lebih baik.

Itu memang agak susah diceritakan seperti apa impact-nya. Kita enggak tahu pajak sedan akan turun berapa besar dan ke depannya seperti apa, ke depannya turun atau malah fiturnya dinaikkan karena ini sedan, nah itu kita belum tahu sampai mungkin ada realisasi yang lebih jelas,” pungkasnya.

Saat ini, harga jual sedan masih mahal karena kendaraan tersebut terkena Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBm). Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyebut bahwa pemangkasan pajak itu penting karena produsen otomotif dalam negeri tak berminat memproduksi sedan.

Penjualan sedan Honda naik di Februari 2018

Meski Jonfis menyebutkan Indonesia bukan pasar sedan, namun penjualan sedan Honda nyatanya mengalami kenaikan sebesar 13 persen, yaitu dari 347 unit di bulan Januari menjadi 393 unit di bulan Februari 2018. Peningkatan tersebut didukung oleh penjualan setiap model sedan Honda, yaitu Honda City, Honda Civic dan Honda Accord.

Civic Turbo memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan sedan Honda di bulan Februari lalu dengan terjual 228 unit. Jumlah tersebut meningkat dibanding penjualan bulan Januari lalu yang tercatat sebanyak 197 unit.

Produk mini sedan dari Honda, yaitu Honda City terjual menyumbangkan penjualan sebanyak 150 unit di bulan Februari lalu. Penjualan Honda City juga meningkat dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 140 unit.

Sementara itu, Honda Accord menambah penjualan sedan Honda sebanyak 15 unit di bulan Februari lalu. Seperti penjualan Honda Civic dan City, penjualan Honda Accord juga meningkat dibanding bulan Januari lalu yang tercatat sebanyak 10 unit.

“Secara umum, pasar otomotif di dua bulan awal tahun 2018 ini masih cenderung stagnan, namun produk-produk sedan Honda masih dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap penjualan kami,” jelas Jonfis.

SUMBER  : cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *